Sabtu, 19 Desember 2015

Journey to Riyadh (2)

Begitu menginjakkan kaki di Riyadh hmm rasa heran menghinggapi pikiran. Sepanjang mata memandang tidak ada tumbuhan hijau. Semuanya tanah tandus, gersang, cadas. Kontras dengan kondisi di Indonesia di mana setiap penjuru pasti ijo royo-royo. Pikiran langsung ngelantur, bagaimana orang-orang bisa hidup makmur di bumi yang kering begini?

Begitu sampai di homestay barulah terjawab lanturan saya tadi. Di lingkungan saya tinggal ini, ada beberapa toko penjaja makanan. Kebanyakan kue-kuean, tapi mau buah-buahan ada, sayur-mayur ada, banyak! Dari mana mereka mendapatkannya? Impor! Negeri ini kaya-raya dengan minyak dan jamaah haji dan umroh. Dari situ milyaran dollar terkumpul. Mau apa saja, terkabul deh!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar